Rumah Minimalis konsep small space and low budget

Bagaimana cara desain rumah minimalis dengan lahan dan dana terbatas

view1

Memiliki lahan yang kecil seiring dengan berkembangnya kebutuhan akan ruang dan dana yang terbatas “small space & low budget” menuntut kreatifitas desain rumah minimalis ini. Pada proposal desain proyek ini tim arsitek sepakat untuk menampilkan konsep rumah tropis minimalis dengan pertimbangan kenyamanan penghuni dari suhu panas dengan sistem aliran udara silang (cross ventilation) menghadirkan aliran udara dari luar (eksterior) dan mengeluarkan udara panas di dalam (interior).

Penerapan material ekpose dan bahan daur ulang (recycle) merupakan strategi untuk efisiensi biaya sekaligus eksplorasi dari estetika bangunan tropis minimalis ini. Lay out ruang yang optimal menghasilkan kuantitas ruang yang lengkap dan luas ruangan yang ideal. Aliran udara dan cahaya tetap terjangkau (aksessible) di tiap ruangnya dan memberi kesan luas pada ruang bersama (common room) baik di lantai 1 dan lantai 2.

Nama Proyek                              : ST House

Lokasi                                         : Sleman, Yogyakarta

Luas Tanah/Bangunan              : 92 / 106 m2

Tahun                                          : 2016

SKETSA IDE

Processed with VSCOcam

SKETSA IDE

Sketsa ide merupakan gagasan awal dari konsep yang akan diwujudkan dalam desain rumah tropis minimalis, dari sini sudah terlihat bagaimana zoning ruang, sirkulasi, dan bentuk fasad yang nanti akan dikembangkan 2 Dimensi -3 Dimensi untuk mendapatkan skala proporsi yang diinginkan.

DENAH

denahe0k

Pada denah ini meskipun dengan lahan terbatas namun ruang yang didapat cukup terpenuhi dimulai dari lantai 1 ; carport untuk 2 mobil, teras multi fungsi sebagai garasi motor. Ruang tamu dan ruang makan/pantri di buat terpisah sehingga memberikan kesan luas pada r.makan yang memiliki view ke taman belakang.Terdapat 1 kamar tidur,1 kamar mandi, dan opsional berupa gudang.

Pada lantai 2 ; terdapat ruang keluarga, 1 kamar tidur, dan ruang tidur utama serta ruang pendukung seperti balkon, ruang cuci/ jemur.

TAMPAK DEPAN

tampak depanok

Model atap pelana dengan sudut atap 40  derajat banyak di pakai pada desain rumah tropis minimalis dan panjang tritisan maksimal mengadopsi pada arsitektur tropis dimana atap menjadi lebih dominan (arsitektur atap). Jendela dengan kusen tinggi ramping memberi kesan ringan “light” dikombinasikan dengan jendela krepyak/ jalusi dan panel kayu dari kayu jati lawas yang di daur ulang  jadi berfungsi sebagai sun screen. Dinding bata ekspose, plesteran tanpa cat, finishing kamprot, beton unfinished menjadi tema “rustic” pada rumah ini. Penggunaan kembali jendela nako divariasikan kayu memberi aksen vintage namun tetap kekinian. Tanaman lee kwan yew sebagai “green curtain (tirai hijau) menjadi canopy dan pengganti tanaman yang hilang pada teras/carport.

DETAIL

det1 det2 det3 detil 3 detil 4 detil 5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s